Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Tak Hanya Minggat dari Indonesia dan Thailand, GM juga Suntik Mati Holden

Tak Hanya Minggat dari Indonesia dan Thailand

JAKARTA – General Motors (GM) benar-benar sedang merombak bisnis mereka secara radikal. Selain menutup pabrik plus berhenti berjualan di beberapa negara, pabrikan ini juga ‘membunuh’ merek legendaris Australia Holden.

Seperti diketahui, GM memutuskan keluar dari Indonesia pada Maret nanti serta minggat dari Thailand pada akhir 2020. Di dua negara ini, mereka menjual mobil bermerek Chevrolet.

Tak berhenti sampai di situ, merek Holden yang berada di bawah kendali GM juga akan disuntik mati. Merek yang dijual di Australia maupun Selandia Baru tersebut baru-baru ini diberitakan akan dimasukkan ke liang kubur mulai 2021 karena penjualan yang dianggap tidak memuaskan.

Studio desain GM di Melbourne, Australia fasilitas pengetesan kendaraan di Lang Lang, Australia, hingga unit Layanan Pembiayaan Maven and Holden pun nantinya ditutup. Sekitar 600 orang akan kehilangan pekerjaan.

Meski Holden hilang, GM tidak akan menghilang dari Thailand karena masih akan berbisnis melalui unit GM Specialty Vehicles. Mereka akan memasarkan mobil-mobil Chevrolet yang diimpor utuh dari Amerika Serikat. Di antaranya ialah Camaro, Silverado, C8 Corvette.

Holden merupakan merek legendaris yang sempat mengangkat nama ‘Negeri Kangguru’ di kancah otomotif global. Holden memulai perjalanan sebagai motor body builder lokal di negara tersebut & mulai 1924 memproduksi bodi mobil bagi GM.

Pada 1931, GM mengakuisisi sebagian saham Holden & membentuk General Motors Holden. Masa suram Holden sendiri sudah dimulai ketika pabrik mereka di Australia ditutup pada 20 Oktober 2017.

Julian Blissett, GM International Operations Senior Vice Presiden, mengatakan bahwa selama 160 tahun Holden tak hanya sekadar pembuat mobil. Merek ini sudah menjadi pemicu industrialisasi & perkembangan teknologi di Australia maupun Selandia Baru.

“Selama beberapa tahun terakhir, saat industri otomotif mengalami perubahan signifikan secara global maupun lokal, kami telah mengimplementasikan berbagai strategi alternatif untuk mencoba mempertahankan serta mengembangkan bisnis bersama tim lokal. Setelah studi komprehensif, kami menyesal tak bisa memprioritaskan investasi yang diperlukan bagi Holden untuk dapat sukses di jangka panjang di Australia plus Selandia Baru. Pertimbangan ini kami ambil dengan melihat secara global,” papar dia.

GM berjanji tetap menghormati semua layanan purnajual seperti servis & garansi. Mereka akan melakukan ini setidaknya selama 10 tahun ke depan melalui jaringan di kedua negara.

GM juga akan bertanggungjawab terhadap kemungkinan recall jika ada temuan menyangkut potensi cacat produksi produk-produk baru. [Xan/Ari]

Temukan diskon besar-besaran sparepart & aksesoris otomotif terlengkap hanya di Tokopedia Otomotif

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Pilihan

Berita Otomotif

JAKARTA – Wuling Cortez bermesin turbo dikabarkan akan meluncur di Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 pada bulan ini. Jika benar, model tersebut akan...

Harga Mobil

Otomotif.press – Halo sobat otomotif, kali ini Otomotif Press akan membahas mengenai harga dari salah satu mobil Suzuki keluaran tahun 2020, yaitu Suzuki XL7...

Berita Otomotif

JAKARTA – Jumlah kecelakaan & pelanggaran lalu lintas di Indonesia pada tahun 2019 meningkat bila dibandingkan tahun 2018. Hal ini disampaikan oleh Jenderal Polisi...

Berita Otomotif

JAKARTA – Pemerintah, bersama-sama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), masih tidak bisa menjawab dugaan Esemka merupakan mobil China yang berganti logo. Hanya...

Advertisement

Copyright Otomotif.press 2020 © All Rights Reserved. Kitadiskon.com